Senin, 27 Desember 2010

Bousouzoku

 

Karena menyebut-nyebut bosozoku, dan sedikit berperan sebagai senior bosozoku dalam obrolan dengan teman… jadi ingin membahasnya sedikit… 

Bousouzoku (”violent running tribe“) adalah sebuah sub-budaya Jepang yang berhubungan dengan club motor dan geng. Faktanya, mereka terbiasa dengan senjata api, pedang/katana dan bom molotov, tapi secara keseluruhan sebenarnya ini tentang gaya berbusana mereka, keributan dan kecepatan.

Bousouzoku pertamakali muncul pada tahun 1950-an sebagai anak muda Jepang yang mulai mengenal produk-produk industri seperti mobil dan sepeda motor. Bousouzoku pertama dikenal dengan sebutan kaminari-zoku (atau Ligthning Tribes). Di Jepang terdapat banyak klub Bousouzoku, termasuk geng cewek-bersepeda; yang dapat diidentifikasi dari tatanan/gaya pakaian dan jenis sepeda motor.

Bentuk penampilan klise dari Bousouzoku seringkali dilukiskan dan bahkan dikarikaturkan dalam berbagai media Jepang seperti anime, manga, dan film. Anggota komunitas Bousouzoku biasanya terlihat seragam dengan mengenakan jumpsuit seperti baju butut yang dipakai oleh buruh atau ’tokko-fuku’; sejenis mantel bercorak militer dengan logo Kanji yang biasanya dipakai terbuka tanpa baju di dalamnya sehingga memperlihatkan balutan kain perban di badan mereka; serta celana longgar (baggy) senada yang bagian ujung kakinya dimasukkan ke dalam sepatu bot tinggi. Logo-logo geng/klub seringkali dijahitkan pada jaket kulit dan bahkan setelan berbahan kulit seluruhnya juga terlihat sebagai bagian penampilan Bousouzoku.

Aksesoris lain yang juga menjadi pelengkap pakaian Bousouzoku adalah kacamata hitam, ikat kepala ’hachimaki’ panjang dengan slogan-slogan perang, dan gaya rambut ’pompadour’ yang terlihat hampir seperti penampilan rocker (digambarkan demikian mungkin karena mereka telah bekerja sama dengan perkumpulan Yakuza). Rambut bergaya ’pompadour’ dapat dideskripsikan sebagai rambut yang disisir ke arah belakang, dengan bagian depan rambut tetap diarahkan ke depan dan berbentuk ikal dengan sendirinya. ’Punch perm’ juga dianggap sebagai gaya rambut Bousouzoku, bahkan masker untuk proses bedah-pun juga dapat dikenakan oleh Bousouzoku.

   Bousouzoku

  • Pakaian buruh dengan atasan yang menyatu dengan bawahan seperti baju bengkel.
  • Tokko-Fuku, sejenis jubah yang dikeluarkan oleh militer dengan slogan-slogan tulisan kanji. Tokko-Fuku dalam bahasa Jepang berarti ‘Special Attack Uniform’ merupakan seragam para pilot Kamikaze, yang di Jepang dipanggil ‘Special Attack Battalion’. Jubah ini biasanya dihiasi dengan slogan-slogan tentara; patriotic rising sun patches, ancient Chinese characters, atau bahkan manji. Jubah ini biasanya dipakai terbuka tanpa baju dalaman, sangat cocok untuk para cowok.
  • Perban di dada – harus hati-hati, perban di dada lebih mudah digunakan pada cowo kurus. Dada yang diperban bukanlah seperti zombie modern – melainkan lebih kepada tasuki, yang merupakan perban melingkar dengan membentuk X pada dada, diilhami oleh pilot pesawat tempur pada Perang Dunia II.
  • Celana panjang Baggy dengan sepatu bot tinggi.
  • Jaket kulit dan bahkan memakai jubah kulit. Biasanya dihiasi dengan bordir bergambarkan logo geng/klub.
  • Kacamata hitam menjadi keharusan juga.
  • Ikat kepala hachimaki panjang dengan rambut bergaya rocker jambul/grease yang disukai preman-preman Yakuza (para cewe bisa juga menggunakannya dipadu dengan model rambut ponytail)
  • Masker bedah yang biasanya dipakai para bosozoku untuk menyembunyikan identitas mereka. Meskipun tidak begitu aneh di Jepang karena pada umumnya digunakan oleh orang-orang yang menderita alergi saat musim gugur.
  • Cewe bosozoku ber-rambut panjang dan umumnya dicat, dengan makeup berlebihan. Mereka juga menggunakan sepatu bertumit tinggi yang mengkilat ditambah gesper dan buckle.
      source: bincangprofesi.com
                  rumahcantikcitra.co.id

      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar